Tips ini dibagikan sekedar pengetahuan untuk anda mengatur setting pertama DSLR anda
1. Kartu Memori
Masukkan Kartu Memori anda ke dalam slot memori dan segera format kartu memori untuk memastikan kartu tersebut berjalan dengan baik dan memaksimalkan kapasitasnya.
Format bisa diakses dari menu - setup - format. Sedikit info untuk kartu memori yang baik seharusnya sudah SDHC dan perhatikan kecepatan Read/Write (biasanya tertera di kemasan)
Auto Mode adalah teman anda, jika kondisi object dan cahaya berubah ubah dan memerlukan anda memotret dengan cepat gunakan mode ini untuk meminimalkan kesalahan. Untuk mode lainnya
Setelan ISO di kamera menentukan berapa banyak cahaya yang dibutuhkan kamera untuk memproduksi gambar. ISO (yang dikenal ASA pada kamera Analog) yang tinggi digunakan pada tempat yang kurang cahaya namun beresiko menghasilkan noise atau bintik pada gambar. ISO rendah seperti 100 / 200 menghasilkan foto yang jernih tanpa noise namun rentan blur pada kondisi dalam ruangan.
Setelan metering menentukan bagaimana kamera mengukur cahaya yang dipantulkan object dan bagaimana menghasilkan nilai kombinasi shutter speed dan bukaan lensa (aperture) yang sesuai.
Gunakan Evaluative (Canon) atau Matrik (Nikon) untuk awal, tahap selanjutnya sesuai dengan kondisi pemotretan dan object kita dapat memilih center weighted, spot dan lainnya.
Anjuran saya, lupakan sejenak aturan-aturan di atas mulailah ambil foto dan HAVE FUN. Anda tidak akan dapat menghasilkan foto yang baik jika hanya membaca dan mengambil misalkan 200 foto dalam sebulan. Ambil foto sebanyak banyaknya, dan jika ada foto anda yang dianggap baik lihat settingan foto tersebut pada info foto jadi berikutnya anda dapat mengingat setting tersebut saat mengambil foto yang serupa.
2. Kualitas dan Ukuran Image
Semua Kamera DSLR terbaru menawarkan penyimpanan image dengan format RAW ataupun JPEG maupun keduanya. RAW adalah format image tanpa ada proses editing dalam kamera, kelebihannya anda dapat mengatur white balance dan sebagainya pada proses editing digital selanjutnya. RAW+JPEG akan menyimpan 2 format image dalam 1x shot. JPEG, gunakan format JPEG dengan kualitas tertinggi (Extra Fine atau Highest Quality)
3. MODE
Auto Mode adalah teman anda, jika kondisi object dan cahaya berubah ubah dan memerlukan anda memotret dengan cepat gunakan mode ini untuk meminimalkan kesalahan. Untuk mode lainnya![]() |
| Mode pada DSLR umumnya |
- P = user menentukan shutter speed dan aperture, setting lainnya diatur maksimal oleh kamera
- Av/A = User menentukan aperture sedangkan lainnya otomatis diatur kamera. Aperture biasanya untuk menghasilkan foto bokeh oleh pemula.
- S/Tv = User menentukan Shutter speed dan lainnya diatur otomatis. shutter speed untuk menentukan apakah anda ingin membekukan object yang bergerak atau sebaliknya.
4. ISO
Setelan ISO di kamera menentukan berapa banyak cahaya yang dibutuhkan kamera untuk memproduksi gambar. ISO (yang dikenal ASA pada kamera Analog) yang tinggi digunakan pada tempat yang kurang cahaya namun beresiko menghasilkan noise atau bintik pada gambar. ISO rendah seperti 100 / 200 menghasilkan foto yang jernih tanpa noise namun rentan blur pada kondisi dalam ruangan.
5. White Balance
White Balance kamera mempengaruhi akurasi warna pada foto. Warna kulit atau baju akan tampak aneh bila menggunakan white balance yang tidak pas. Untuk awalnya gunakan saja dulu mode auto6. Metering
Setelan metering menentukan bagaimana kamera mengukur cahaya yang dipantulkan object dan bagaimana menghasilkan nilai kombinasi shutter speed dan bukaan lensa (aperture) yang sesuai.
Gunakan Evaluative (Canon) atau Matrik (Nikon) untuk awal, tahap selanjutnya sesuai dengan kondisi pemotretan dan object kita dapat memilih center weighted, spot dan lainnya.
7. Fokus
Kita dapat memanfaatkan mode autofokus untuk awal nya dan gunakan mode Single AF. Dalam mode ini kamera akan mengunci fokus pada satu titik yang telah ditentukan saat anda memencet tombol shutter setengah.![]() |
| 9 titik fokus umumnya pada DSLR entry level |
8. Gambar Tajam
Ini adalah pertanyaan yang paling sering dilontarkan, dan banyak jawaban yang bisa disediakan para profesional namun saya coba anjurkan- Pelajari bagaimana memegang kamera anda dengan baik.
- Memahami segitiga exposure
- Gunakan tripod
- Gunakan FLASH
Anjuran saya, lupakan sejenak aturan-aturan di atas mulailah ambil foto dan HAVE FUN. Anda tidak akan dapat menghasilkan foto yang baik jika hanya membaca dan mengambil misalkan 200 foto dalam sebulan. Ambil foto sebanyak banyaknya, dan jika ada foto anda yang dianggap baik lihat settingan foto tersebut pada info foto jadi berikutnya anda dapat mengingat setting tersebut saat mengambil foto yang serupa.




0 comments :
Posting Komentar